
Berbincang soal sambal sate Bulayak dan makanan tradisional Lombok, kesempatan menjajal Ayam Taliwang tak boleh dilewatkan.
Saya menyantapnya sepulang dari Gunung Pengsong, tempat ziarah umat Hindu yang terletak di sebuah bukit -dimana dari tempat ini pengunjung dapat bercengkerama dengan monyet kelabu serta menikmati pemandangan indah pesisir barat Lombok dan panorama matahari terbenam.
Ayam Taliwang terbuat dari ayam dara. Yaitu sebutan buat ayam muda yang berusia sekitar 4 bulan. Dibubuhi garam, bawang putih dan minyak sayur atau mentega serta dibakar hingga matang.
Disajikan dengan sambal kacang serupa sambal sate Bulayak. “Bila sambal dicampurkan ke ayam sebelum dibakar, namanya Ayam Taliwang. Tapi bila ayam dibakar tanpa bumbu kacang dan cara menyantapnya baru dicocolkan ke sambal tadi, namanya jadi ayam bakar,” papar Pak Andi, penjual Ayam Taliwang tersebut.
Dengan cara dicampur bumbu kacang serupa sambal sate Bulayak, rasa pedas Ayam Taliwang terasa lebih mantap, karena sambal meresap lebih lama. Sementara buat mereka yang kurang suka pedas, cara penyajian terpisah dari sambal kacang rasanya lebih pas.
Dan sebagai pelengkap sajian Ayam Taliwang, jangan lewatkan Pelecing Kangkung. Lalap sayuran matang yang terdiri dari kangkung, kacang panjang dan tauge kukus atau rebus ditambah gorengan kacang tanah utuh, disajikan dengan dua macam sambal. Yaitu sambal tomat serta sambal urap kelapa.
Pedasnya dua macam sambal ini jangan ditanya. Kata Pak Azmin, cabe Lombok terkenal pedasnya. “Apalagi yang dihasilkan dari cara berkebun tradisional,” tuturnya. “Cabe yang ditanam tanpa pupuk, hasilnya lebih pedas!”
Petugas gabungan sampai hari ketiga pencarian korban tanah longsor kawasan Perkebunan Teh Dewata di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis, sudah menemukan 19 jenazah.
“Belasan jenazah kondisinya masih bisa dikenali oleh pihak keluarga korban dan langsung dimakamkan di kompleks pemakaman di perkampungan itu, ” kata Kusnadi, Kasi Tramtib Kec. Pasirjambu, Kusnadi, di Ciwidey, Bandung, Kamis.
Ia mengatakan, pencarian pada Kamis pagi dimulai lagi dengan mengerahkan sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri, petugas SAR dan beberapa relawan yang berdatangan sejak terjadinya bencana tanah longsor pada Selasa (23/2) lalu.
“Proses pencarian korban pada hari ini selain melibatkan personel TNI dan Polri, juga para relawan yang didukung oleh alat berat yang didatangkan dari Bandung,” katanya.
Mengenai cuaca, kata dia, kondisinya pada pagi Kamis pagi cukup cerah. Petugas bisa melakukan pencarian secara optimal dengan titik berat di beberapa lokasi yang diduga menjadi tempat tertimbunnya korban.
“Sebelumnya kami melakukan pencarian di seluruh lokasi longsor, namun kini diintensifkan di beberapa titik saja yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya mayat,” ujarnya.
Sedangkan mengenai jumlah warga yang tertimbun tanah longsor, kata dia, hingga saat ini masih simpang siur.
“Jumlah korban masih simpang siur, ada yang menyebut 38 orang dan 60 orang, namun kami tetap melakukan pencarian di lokasi tersebut dan saat ini sudah ditemukan 19 jenazah, ” ujarnya.
Petugas saat ini juga masih menunggu laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, untuk memastikan jumlah korban yang tertimbun secara pasti.
Menurut dia, upaya pencarian jenazah akan dilakukan rencananya hingga sepekan ke depan dengan menggunakan peralatan dan personel semaksimal mungkin.
“Kendala pencarian korban, yakni cuaca yang sering kali tiba-tiba hujan, sehingga menyulitkan pencarian dan khawatir terjadi longsor susulan,” katanya.
Ditanya soal penguungsi, Kusnadi mengemukakan, jumlahnya mencapai ratusan orang yang ditampung di bangunan pergudangan di kompleks pabrik teh.
FPTK
http://fptk.upi.edu
Tugas Pokok dan Fungsi
1. Mendidik tenaga pendidik teknologi dan kejuruan untuk menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (guru, ahli pendidikan, dan tenaga kependidikan lainnya) secara akademis dan profesional, sehingga berkontribusi bagi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia;
2. Mendidik tenaga ahli teknik secara akademis dan profesional untuk menghasilkan Sarjana dan Ahli Madya Teknik, yang diperlukan bagi pembangunan industri dan sektor-sektor pembangunan nasional lainnya yang relevan;
3. Melakukan penelitian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan teknologi dan kejuruan, serta bidang teknik.
Jurusan dan Program Studi
1. Jurusan Pendidikan Teknik Sipil Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, memiliki Program Studi S1 Pendidikan Teknik Sipil, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, dan Program D3 Teknik Sipil (nonkependidikan). Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma bergelar Ahli Madya (A.Md.).
2. Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur memiliki satu program studi S1 yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur dan satu program Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Perumahan. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma bergelar Ahli Madya (A.Md.),
3. Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Pendidikan Teknik Elektro memiliki dua program studi S1 yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Elektro dan Program Studi Teknik Tenaga Elektrik serta satu program Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Elektro. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Lulusan Teknik Tenaga Elektrik bergelar Sarjana Teknik (ST) dan lulusan Program Diploma bergelar Ahli Madya (A.Md.).
4. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Pendidikan Teknik Mesin memiliki satu program studi S1 yaitu: Program Studi Pendidikan Teknik Mesin dan satu program Diploma III yaitu: Program D3 Teknik Mesin. Lulusan Program Studi Pendidikan bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan lulusan Program Diploma bergelar Ahli Madya (A.Md.).
5. Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga pada tahun 2007 dimekarkan menjadi tiga program studi yaitu: Program Studi Pendidikan Tata Boga, Program Studi Pendidikan Tata Busana, dan Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga.
6. Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri berdiri pada tahun 2008, memiliki 6 konsentrasi yaitu : (1) Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, (2) Teknologi Perbenihan Tanaman, (3) Teknologi Peternakan, (4) Teknologi Perikanan, (5) Teknologi Sutra alam dan (6) Teknologi Rancang Bangun Alat Pertanian. Lulusan Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Proses Belajar Mengajar
Perkuliahan pada FPTK memuat komponen mata kuliah teori dan mata kuliah praktek. Mata Kuliah Teori ialah mata kuliah yang memberikan pemahaman tentang konsep dasar dan wawasan keilmuan yang dilaksanakan dalam bentuk perkuliahan dan responsi di kelas. Mata Kuliah Praktik terdiri atas: (1) praktek peningkatan pemahaman, wawasan, dan keterampilan teknologi yang dilaksanakan di laboratorium, workshop, dan studio; (2) praktek peningkatan keterampilan dan wawasan industri dilaksanakan di industri-industri yang sesuai dengan bidang keakhliannya melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL); (3) praktek peningkatan wawasan dan keahlian profesi guru dilaksanakan di SMK-SMK Teknologi Industri dan Pariwisata melalui Program Latihan Profesi (PPL). Mata Kuliah Tugas Akhir adalah mata kuliah yang memberikan kemampuan bidang studi secara komprehensif dengan cara menyusun karya ilmiah dalam bentuk perencanaan dan atau peninjauan ulang karya teknologi kejuruan sesuai bidang keakhliannya. Pada penulisan ini setiap mahasiswa dibimbing oleh dua orang dosen dan diuji dalam seminar tugas akhir. Mata Kuliah Skripsi merupakan mata kuliah yang memberikan kemampuan berfikir kritis, analitis, sistematis, yang berkaitan dengan pendidikan teknologi kejuruan, dengan cara melakukan penelitian dan dilaporkan dalam bentuk skripsi. Skripsi merupakan salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang sarjana pendidikan.
Dosen
Pada tahun 2009 FPTK memiliki 179 orang dosen, terdiri atas 8 Guru Besar, 14 Doktor, 139 Master/Magister dan 18 orang berpendidikan sarjana. Pada saat ini tercatat sebanyak 18 orang dosen sedang menempuh pendidikan S2 dan sebanyak 36 orang sedang menempuh program S3 (Doktor), 31 orang dosen luar biasa. Dosen-dosen luar biasa diperlukan untuk materi-materi kuliah yang spesifik dan belum dimiliki oleh jurusan-jurusan di FPTK UPI. Dosen luar biasa tersebut berasal dari berbagai instansi diantaranya : UPI, ITB, LIPI, Industri, Asosiasi Profesi, dan Telkom.
Fasilitas
Kampus utama FPTK UPI terletak di bagian Tenggara kampus UPI tepatnya berada di Jl. Dr. Setiabudhi 207, yang meliputi kantor dekan, jurusan, dan tata usaha, ruang perkuliahan, gedung laboratorium dan studio, dan gedung kantor dosen.
Beberapa gedung perkuliahan/laboratorium FPTK, di dalam kampus di luar gedung utama adalah :
1. Gedung Laboratorium/Workshop Mesin Produksi dan Konstruksi di Jl. Senjaya Guru kampus Universitas Pendidikan Indonesia.
2. Gedung Laboratorium Tata Laksana Makanan PKK di Jl. Jaya Perkasa kampus Universitas Pendidikan Indonesia.
3. Gedung workshop yang terletak di luar kampus Universitas Pendidikan Indonesia adalah workshop Kerja Teknik Mesin terletak di Jl. Banten Kota Bandung.
Sarana dan prasarana gedung dengan ruangan kuliah teori dan praktik yang dimiliki cukup memadai untuk memenuhi tuntutan utama kurikulum. Kekurangan sarana praktik dipenuhi dengan praktik lapangan di industri dan di lembaga pendidikan lainnya melalui program afiliasi dan pembinaan kerja sama. Sarana dan prasarana praktikum yang dimiliki FPTK UPI dikoordinasikan pemanfaatannya oleh koordinator laboratorium di tingkat fakultas/jurusan.
Laboratorium yang tersedia di FPTK adalah sebagai berikut.
1. Tingkat Fakultas :
Laboratorium Fisika Teknik
Laboratorium Kimia Teknik
2. Jurusan Pend. Teknik Elektro
Laboratorium Telekomunikasi
Laboratorium Elektronika Industri
Laboratorium Tenaga Listrik Laboratorium Komputasi
Laboratorium Mesin-mesin Listrik
Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi dan Otomasi Industri
3. Laboratorium Pendidikan Teknik Sipil
Laboratorium Komputasi dan Studio Gambar Sipil
Laboratorium Survey dan Pemetaan
Laboratorium Hidrolika dan Hidrologi
Laboratorium Struktur dan Material Tes
Laboratorium Rekayasa Jalan dan Transportasi
Workshop Kayu
Workshop Baja dan Plumbing
Workshop Batu dan Beton
4. Laboratorium Pendidikan Teknik Arsitektur
Laboratorium Teori dan Sejarah Arsitektur
Lab. Perencanaan dan Perancangan Arsitektur
Lab. Kota dan Lingkungan
Lab. Teknologi Bangunan
Lab. Perumahan dan Pemukiman
Lab. Pembelajaran,
Lab. Komputer Studio Gambar Manual
Lab.Disain Interior dan Masinal
5. Laboratorium Mesin
Lab. Computer and Numerical Control (CNC)
Workshop Mesin Produksi
Laboratorium Studio Gambar
Workshop Fabrikasi Logam
Laboratorium Tata Udara
Laboratorium Mekanik Otomotif
Laboratorium Material
Laboratorium Pengujian Otomotif
Laboratorium Refrigerasi Laboratorium Bodi Otomotif
Lab. Kimia Laboratorium Kelistrikan
Laboratorium Refrigerasi dan Fisika (Kimfistek)
6. Jurusan Pend. Kesejahteraan Keluarga
Laboratorium Katering Laboratorium Pastry
Laboratorium Jasa Boga
Laboratorium Gizi
Laboratorium Bimbingan Perawatan Anak
Laboratorium Praktek Manajemen Usaha Busana
Lab. Tata Rias
Lab. Komputer
Prestasi Mahasiswa
* Rachmi Juantine, Pgram Studi Tata Boga Finalis Nasional Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) XX UNILA tahun 2007.
* Nitih Indra K.D., Jurusan Pend. Tek. Arsitektur, Juara II Mahasiswa Berprestasi tingkat UPI tahun 2007
* Kusman Subarja, Pend. Teknik Elektro Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI)., Sarosa Castrena A., Pend. Teknik Elektro Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI)., Yudi Wahyudi, Pend. Teknik Mesin Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI)., Zaky Iben, Pend. Teknik Mesin Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Indonesia (KRI).,
* A. Sumarudin, Pend. Teknik Elektro Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI)., Agus Sifa, Pend. Teknik Mesin Finalis Nasional tahun 2008 Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI)
* Zaky Iben, Hazmi Adliyanto RGP, Harippudin, Nurholis Kamaludin, Awangga P., Juara III dan tim dengan strategi terbaik Regional II KRI tahun 2009 di Balairung Universitas Indonesia
* Mauren Gita MS. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Boga sebagai mahasiswa Berprestasi peringkat pertama tingkat UPI tahun 2009.
Kerjasama
Dalam melaksanakan program-program pendidikan FPTK bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan lain (perguruan tinggi, sekolah, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro dan diklat), pemerintah daerah, industri-industri, serta asosiasi profesi. Dalam meningkatkan sumber daya manusia di lembaga pemerintah maupun di kalangan industri, FPTK telah membantu meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia dengan cara bekerja sama, misalnya : Merealisasikan kerja sama Dirjen Dikdasmen dengan Dirjen Dikti No. 877/C/I/1988 dan No. 087/D/I/1988 tanggal 16 Januari 1988, mengeluarkan Ijazah D3 Pendidikan Teknologi bagi PPPG Teknologi (TEDC) Bandung.
Pada tahun 1991 melalui kesepakatan kerjasama antara FPTK dengan PPPG Teknologi Bandung No. 1226/C11/O/1991 dan No. 1283/PT25.H4/ FPTK/Q/1991 tanggal 12 Agustus 1991 melaksanakan program pendidikan S1 bagi guru kejuruan teknologi lulusan program D3/A3 dan Sarjana Muda.
Tahun Akademik 1990/1991 merealisasikan kerjasama Depnaker dengan IKIP Bandung No. Kep.524/W.9/1990 dan No. 5440/PT25.H.Q/1990, tanggal 27 September 1991, FPTK menyelenggarakan program peningkatan kualifikasi Instruktur BLK/KLK se-Indonesia menjadi Strata D3. //Display disain busana karya mahasiswa.
Tahun 1993 Rektor IKIP Bandung dengan Direktur Utama PT. Garuda Indonesia menanda tangani nota kerjasama (MoU) No. JH/PERJ/AMAND-I/DZ-3077/90/93 dan No. 6849/PT25.H/Q/1993 yang merupakan kerjasama induk dalam rangka meningkatkan kualifikasi Instruktur PT. Garuda Indonesia dari strata D3 menjadi Stara 1 (S1) berlangsung sebanyak 4 (empat) angkatan.
Tahun 2003/2004 dilakukan kerjasama dengan AKLI (Asosisasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DPD Jawa Barat, dalam pendidikan D3 Teknik Elektro bagi anggota AKLI.
Pada tahun 2005 sedang dirintis kerjasama Internasional dengan Politeknik BANI (bersama Malaysia Institut), serta beberapa perguruan tinggi di Asia dan Eropa melalui program Asia-link.
Pada Tahun 2007dilakukan kerjasama dengan AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DPD Jawa Barat, menyelenggarakan program pendidikan Strata D3 Teknik Elektro menjadi Strata 1 (S1). Tahun 2007 dilakukan kerjasama dengan AKLI DPD Banten menyelenggarakan program pendidikan dari SMA/SMK ke dalam strata D3 Teknik Elektro. Disamping pada tahun yang juga diselenggarakan kerjasama dengan Kabupaten SIAK Propinsi Riau dan Kabupaten Landak Propinsi Kalimantan Barat untuk mendidik putera daerah menjadi calon guru SMK jenjang S1
Dalam rangka Praktek Industri, telah dikembangkan kerjasama dengan berbagai industri dan lembaga yang relevan di Jawa Barat.
Selengkapnya di http://fptk.upi.edu
Festival ini dinamakan “Bau Nyale” yang dalam Bahasa Sasak berarti “menangkap nyale”. Upacara Bau Nyale sudah menjadi tradisi masyarakat setempat yang sulit untuk ditinggalkan, sebab mereka meyakini bahwa upacara ini memiliki tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan mudarat (bahaya) bagi orang yang meremehkannya.
A. Acara inti
Dalam festival ini adalah menangkap nyale yang hanya muncul setahun sekali di beberapa lokasi tertentu di Pantai Selatan Pulau Lombok. Nyale akan muncul pada pertengahan malam hingga menjelang subuh.
Menurut keyakinan masyarakat Sasak, Annelida laut yang sering juga disebut cacing palolo (Eunice Fucata) ini dapat membawa kesejahteraan dan keselamatan, khususnya untuk kesuburan tanah pertanian agar dapat menghasilkan panen yang memuaskan. Apabila banyak Nyale yang keluar, hal itu menandakan pertanian penduduk akan berhasil.
B. Keistimewaan
Sebelum perayaan inti dimulai, ada kesenian dan acara tradisional yang dipentaskan. Jika anda berminat, maka datanglah sore hari dimana anda bisa mendirikan tenda-tenda kecil untuk peristirahatan sejenak. Dari tenda ini anda bisa menyaksikan Betandak (berbalas pantun), Bejambik (pemberian cendera mata kepada kekasih), serta Belancaran (pesiar dengan perahu). Dan tak ketinggalan pula, digelar drama kolosal Putri Mandalika.
Banyak pengunjung yang datang ke Pulau Lombok dari berbagai tempat hanya untuk menyaksikan suasana riuh dan ramai ketika menangkap nyale. Pada festival ini tampak suasana kebersamaan dimana masyarakat membaur menjadi satu dengan lainnya mencari nyale secara masif.
Anda juga diperbolehkan berpartisipasi untuk mencari nyale di lokasi ini. Jika anda cukup beruntung, anda akan mendapatkan banyak nyale yang menurut penelitian, nyale memiliki kadar protein tinggi dan mampu mengeluarkan zat yang terbukti bisa membunuh kuman-kuman. Cara memasak nyale yang umum di kalangan masyarakat Lombok adalah dengan membungkus nyale dengan daun pisang dan kemudian membakarnya, yang biasa disebut pepes.
C. Lokasi
Nyale selalu muncul di pantai Selatan Lombok Tengah tepatnya di 16 titik pantai yang memanjang sejauh puluhan kilometer dari arah Timur hingga Barat, seperti pesisir Pantai Kaliantan, Pantai Kuta, dan Pantai Selong Belanak. Pantai-pantai ini dikelilingi oleh deretan perbukitan. Namun, lokasi yang paling ramai dikunjungi para pelancong adalah Pantai Seger yang berlokasi di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
D. Akses
Untuk menju desa Kuta, wisatawan bisa menggunakan transportasi umum dari Terminal Mandalika Kota Mataram menuju Praya (Ibukota Kabupaten Lombok Tengah) yang berjarak kurang lebih 30 km. Dari sana tidak ada yang langsung menuju lokasi wisata, karenanya anda bisa menyewa mobil menuju Desa Kuta.atau hubungi agen2 wisata.
E. Harga Tiket Masuk
Untuk menikmati indahnya suasana Pantai Seger dan lainnya sambil mendapatkan nyale, para wisatawan tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Pantai-pantai tersebut masih menjadi pantai terbuka dan belum dijadikan lokasi wisata oleh Pemerintah setempat kecuali Pantai Kuta.
F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Jika anda tertarik dengan wisata ini, maka peralatan yang perlu anda sediakan adalah: senter, jaring, dan tempat penyimpanan nyale. Namun biasanya banyak warga setempat yang menyediakan perlatan tersebut.
Dulu desa ini cukup sepi, namun semenjak festival ini digandrungi oleh para pelancong, banyak motel dan penginapan sederhana yang didirikan sekitar lokasi wisata. Selain itu banyak juga kios-kios kecil dan restaurant yang menawarkan aneka masakan khas Pulau Lombok.